-->

Pengaruh cinta

Sinopsis : Hulwah, seorang gadis remaja yang tidak pernah jatuh cinta. Membuat teman-temannya selelu mengapggapnya aneh. T…

 

Sinopsis :

Hulwah, seorang gadis remaja yang tidak pernah jatuh cinta. Membuat teman-temannya selelu mengapggapnya aneh. Tiba-tiba ia merasakan energi yang luar biasa anehnya ketika ia bertemu dengan sesosok lelaki, yang juga di sukai oleh sahabatnya sendiri. Ia pun kebingungan, harus berbuat apa, sedangkan pikirannya terus menerus memikirkan Ali. Rasa cinta telah menyihir kebiasaan bahkan perilakunya, membuatnya tersiksa. Akankah rasa cinta ini berakkhir?

 PENGARUH CINTA

Sepatu kumalku tak bisa mengelak,  ia  tetap  saja  patuh  pada  tuannya. Setiap hari, seperti biasa aku berjalan kaki di sekolah, ditemani mentari pagi dan kebisingan kendaraan di jalan, maklum jalanan yang kini kulalui adalah jalanan yang cukup besar dan selalu di penuhi dengan para manusia yang ingin pergi ke tujuannya masing-masing, seperti sekarang, diriku berjalan untuk pergi ke sekolah.

Perkenalkan, namaku Hulwah Jamilah Rasyidah, yang kata orang tuaku memiliki arti mahir, cantik, dan cerdas. Semoga saja namaku ini bisa  menjadi do’a. Aku duduk di kelas 1O MAN favorit di kotaku. Hari ini adalah minggu pertamaku memakai seragam putih abu.

Gerbang  berwarna  hitam  menyambut  kedatanganku di sekolah baruku  ini, pak satpam menyapaku dengan senyumannya yang begitu ramah. Aku membalasnya dan mengucapkan salam padanya.

“Assalamu’alaikum pak..”
“Wa’alaikumsalam neng..” jawabnya.

Aku berjalan  menjauhi pos satpam itu dan mendekati gedung berlantai tiga yang
bercat  cream.  Kelasku  berada  di  lantai  tiga,  bersama  dengan  kelas  10  
lainnya.  Aku
memasuki kelas baruku, kelas X-MIPA 2.
Ketika  ku  berjalanm  di  koridor  sekolah,  seorang  anak  perempuan  bertanya
kepadaku

“Kak maaf, kalau ua ruangan kepala sekolah sebelah mana ya?” tanyanya dengan
muka polosnya yang begitu lucu namun tetap manis.

“Di lantai dua , ada di ruangan ketiga setelah tangga ini” ujarku.
“Oh ya kak! Terimakasih “ jawabnya sambilambal tersenyum.

“ Ya, sama-sama.” Jawabku.

Aku  kembali  melangkahkan  kaki  menuju  kelasku, ‘sepertinya ia murid baru’ batinku.

‘KRIING..KRIING..KRIING’suara bel masuk berbunyi.

Seperti biasa, kami memulai pembelajaran di awal hari, dengan berdoa agar apa
yang nanti di sampaikan oleh guru dapat di pahami dan di amalkan dalam kelehidupan sehari-hari. Insyaallah.

Selepas  berdo’a,  bapak  wali  kelas  masuk  ke  dalm  kelas  dengan  membawa
seorang  gadis  di  belakangnya,  yang  ternyata  itu  adalah  gadis  yang  
tadi  bertanya kepadaku sebelum memasuki kelas.

“Bismillahirrahmanirrahim.  Hari  ini  kalian  kedatangan  murid  baru. ” Ucap  
wali kelas kami, Pak Yudi.

“Alhamdulillah,cantik sekali pak!” celetuk Ujang, temanku yang berasal dari Garut itu.

“Ih, kamu harus jaga sikap,Ujang. Malu ada anak baru masa kelakuanmu seperti itu terus. Silakan perkenalkan dirimu. ” Ujar bapak menanggapi celetukan Ujang dengan logat sundanya.


You may like these posts

0 Komentar

  1. To insert a code use code_here
  2. To insert a quote use your_qoute
  3. To insert a picture use url_image_here
Tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, komentar dengan link aktif tidak akan ditampilkan.
Admin dan penulis blog mempunyai hak untuk menampilkan, menghapus, menandai spam, pada komentar yang dikirim