-->

Pengaruh cinta - part 4

Serunya aku memasuki kamar mungilku, kuganti baju lalu shalat dzuhur memakaimukena putihku pemberian Almarhumah Nenek di Cia…


Serunya aku memasuki kamar mungilku, kuganti baju lalu shalat dzuhur memakaimukena putihku pemberian Almarhumah Nenek di Ciamis.Hari ini ibu memasak tumis kangkung pedas dan kerupuk  sebagaipelengkapnya,

’nikmatnya masakan ibu..walau sederhana aku menyukainya’ batinku. Aku membuka buku diary ku dan menulis beberapa coretan kisah di hari  ini, sampai aku teringat pada omongan Husna tentangku yang tidak pernah menyukailawan jenis.

‘ah iya juga,’ batinku.“Bagaimana rasanya jatuh cinta?” tanyaku. Esok hari di sekolah Husna memberitahuku segalanya tentang Ali, dan ia mengatakan bahwa ia sukapadanya, namun ia hanya berharap katanya. 

Aku hanya bisa mengingatkannya agar tidak berlebihan. Ketika istirahat tiba, aku mengajak Isyvi untuk pergi ke perpustakaan.  Karena Husna orangnya supel, dengan mudah ia bisa berteman dengan siapa aja termasuk kakak kelas di sekolah. 

Jadi, aku tidak perlu khawatir.Di perpustakaan, kami mulai memilih buku. Ketika ku sedang memilih-milih buku,di balik rak buku itu ada orang juga yang sedang mencari buku.

‘DEG’ mata kami saling tatap, aku kaget, begitu pun dengannya. Aku langung mengambil buku dan segera menghampiri Isyvi yang sedang duduk di bangku perpus. Kakiku masih bergetar hebat.

Ruang perpustakaan sekolah kami luas, nyaman, dan lengkap. Tak lupa dilengkapi bangku yang diperuntukkan khusus untu membaca. membuat kami betah didalamnya. Tapi untuk kali ini tidak, 

karena mau bagaimanapun aku tidak ingin melihat Ali lagi disini, ya..orang yang tadi kulihat diantara jejeran buku-buku.“Yuk, kita ke kelas!” ajakku pada Isyvi.“Eh, tumben, biasanya kan kamu seneng di perpus” ucapnya sambil kebingungan.

Tak lama sebelum kami beranjak, seseorang dari balik rak buku berjalan menuju bangku baca, dan itu adalah Ali. Aku mempercepat langkah menuju pintu ke luar sambil menyambar tangan Isyvi.

‘kenapa harus ketemu sih?’ batinku, namun dalam hati sebenarnya  akumengetahui bahwa kita memiliki kesamaan, yakni hobi membaca.Untungnya saja Isyvi tidak terlalu peduli akan sikapku yang aneh tadi.

“Ih tau gak, Hulwah..! tadi pas aku ke kelas sebelah ternyata Ali itu jago Bahasa,hafalan, public speaking, panahan, kutu buku, suka hiking, bisa gitar…ah pokoknyasegalanya deh. 

Klau menurutmu, pantas tidak aku sama Ali?” ujar Husnanya panjanglebar.“Ya kalau dia bisa memberi contoh padamu ya silahkan saja, boleh cinta, asaldalam batas wajar…!!oke?” jawabku walau sebenarnya entah kenapa badan ini terasapanas.“


You may like these posts

0 Komentar

  1. To insert a code use code_here
  2. To insert a quote use your_qoute
  3. To insert a picture use url_image_here
Tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, komentar dengan link aktif tidak akan ditampilkan.
Admin dan penulis blog mempunyai hak untuk menampilkan, menghapus, menandai spam, pada komentar yang dikirim