Pengaruh cinta - part 3


berdua merasa terganggu dengan omongan mereka yang meledak-ledak, dan begitu nyaring seperti terompet.“Nis, kita kembali ke kelas yuk!” ajakku pada Husna yang baru selesai menghabiskan siomaynya.

Sebelum memasuki kelas, kami melihat seorang pria yang kelasnya berada  disebelah kami, dan ia senyyum pada kami berdua. Namun, aku takacuh sedangkanHusna membalas senyumannya.

Istirahat tinggal 15 menit lagi, kelas masih lengang, hanya ada aku dan Husna,dan kami mulai mengobrol.“Tadi itu siapa ya..? keren banget mana senyumnya manis lagi.” Seru Husna.“Hush! Kamu itu nggak boleh langsung kepicut sama senyuman lelaki. 

Nantikalau dia senyum ke yang lain ya...bakal patah hati” ujarku mengingatkan.“Hmm.... baiklah. Tapi sepertinya kamu menjaga diri sekali kepada laki-lakiya...sampai sampai kamu seperti tidak suka dengan mereka. 

Apakah kamu pernah jatuhcinta?” tanyanya.“Sepertinya belum. Soalnya aku itu anti banget sama yang namanya suka ataucinta, karena aku terlalu cuek terhadap lawan jenis.” papar

ku.“Masyaallah, baru kali ini aku menemukan cewek remaja yang belum pernahjatuh cinta..! hati-hati loh, awas kalau gak normal!” serunya mengingatkan.

Aku hanya tersenyum, memang inilah aku! Sejak SMP aku tidak pernah tertarikuntuk dekat dengan lawan jenis, ngobrol pun jarang, hingga aku mendapat julukan ‘MissIce’Bel sekolah berbunyi, kembali kelas ini di datangi oleh guru yang siap mengajar.

Pelajaran Bahasa arab adalah mata pelajaran kedua di hari ini, dan aku sangatmenyukainya, aku ingin sekali fasih dalam berbahasa. Maka dari itu, aku lebihbersumgguh-sungguh dalam belajar Bahasa, khususnya Bahasa arab karena aku inginsekali kuliah di timur tengah.

‘KRIIING…KRIIIING…’ bel pulang sekolah berbunyi, muri- murid segera berdoasetelah merapikan barang-barang pribadi yang berserakan di meja.

“Hulwah, mau pulang bareng nggak?” tanya Husna.

“Duluan aja, hari ini aku piket kelas” jawabku.

“Ya sudah, besok harus bareng ya..!” ujarnya sambal tersenyum manis.

Aku mengangguk. Ia berlalu sambil Tas pink Husna segera meninggalkanHuiwah sambal mengucapkan salam , sampai ketemu besok ya….. ucap husna sambalmelambaikan tangan nya .Aku segera membersihkan kelas bersama teman teman ku yang kebagian piketber

sama ku yaitu Ujang, Fatimah, Edo, Isyvi, dan Bbagas aku kebagian untuk menyapu,bersama Fatimah,Ujang mengangkat bangku bersama bagas ,Isyvi membersihkankaca jendela , dan Edo memegang pengki di pinggir pintu kelas.

Setelah selesai piket, aku segera meninggalkan kelas. Aku berjalan dengan Isyvikarena kami terbiasa pupilang bersama. Ketika keluar dari kelas, dalam  waktu yangbersamaan lelaki kelas

sebelah yang tadi senyum pada aku dan Husna pun keluar darikelasnya, berarti aku dengannya memiliki jadwal piket yang sama, yakni hari senin.Tapikami hanya saling pandang sesaat dan kembali berjalan untuk pulag. Isyvi yang dari tadimemperhatikanku langsung berkata 

“Kau kagum dengannya ya..?” 

Tanya Isyvi“Tidak.” Jawabku ketus.

“Dia itu murid popular disini lho.., namanya Ali” ucap Isyvi

“Aku gak nanya tuh” kataku pura-pura cuek, padahal sebenarnya hatiku merasakan halyang aneh ketika Isyvi menyebutkan namanya. ‘oh Ali’ batinku.Isyvi hanya tersenyum telah menggangguku, dia adalah sahabatku sejak SD,

dan sampai saat ini kami selalu bersekolah di sekolah yang sama. Sampai-sampai kamisering di bilang mirip karena selalu bersama.Kami berpisah di pertigaan, tak lupa kami saling mengucapkan salam.Ssesa

mpainya di rumah aku mengucapkan salam kepada ibuku yang sedangmembersihkan halaman. sambal mencium tangan kanan nya

"bu…. Aku mau ganti baju dulu ya…."

"iya anaku….jangan lupa makan siang! "